Jejak Luka yang Mengering
Jejak Luka Yang Mengering
Ketika pagi membuka hari
dan Ketika senja kembali datang
Ranting-ranting rapuh jatuh ke tanah
Bersama waktu yang semakin menua
Jejak-jejak luka kini telah mengering
Debu dan tanah memeluk jiwa kami yang pergi
Kepada semua yang tak berhati nurani
Kepada semua yang diperkuda kekuasaan
Bagimu kami hanyalah ranting kering
Tapi kami jiwa-jiwa bernurani
Kami terbang bersama sayap keadilan
Kepada kebenaran sejarah kami hinggap
Untuk jejak luka yang mengering
Pasar Minggu, 11 Maret 2009
Agung Arif Budiman
Didedikasikan untuk para korban pelanggaran Ham
Posted at 10:15 am by arixx